Pendidikan
Pendidikan Perlu Dikaji PDF Cetak E-mail
Oleh : Sanie el-Kudusi
"Dalam konsep, internasionalisasi pendidikan dirancang untuk bisa menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia global, tetapi tanpa disadari program ini kemudian berubah menjadi komoditas bisnis," kata pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta HAR Tilaar.

Menurut dia pada lokakarya "Education in a Global World: Continuity and Change" yang merupakan rangkaian kegiatan Wisdom 2010, globalisasi telah mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu bentuk gobalisasi di pendidikan adalah internasionalisasi.

"Namun, pembangunan pendidikan nasional Indonesia harus dikembalikan pada semangat konstitusi, UUD 1945. Pendidikan dalam semangat konstitusi berarti bebas dari kemiskinan, pengkotak-kotakan, dan totalitarianisme," katanya.

Ia mengatakan, dalam menghadapi persaingan global, identitas bangsa Indonesia harus terus dipelihara dan dikembangkan melalui sistem pendidikan nasional yang bergantung pada kekayaan budaya nasional.

Selanjutnya...
 
Penggunaan Bahasa Inggris di Sekolah Melanggar UU PDF Cetak E-mail

Oleh :  Sanie el-kudusi / www.suarakarya-online.com

JAKARTA
(Suara Karya): Internasionalisasi standar pendidikan Indonesia saat ini telah
disalahartikan sebatas mengganti bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Padahal,
dalam Undang-Undang (UU) No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara,
serta Lagu Kebangsaan secara tegas dinyatakan bahasa Indonesia merupakan bahasa
pengantar dalam proses belajar-mengajar.

Selanjutnya...
 
GURU PINTAR, GURU BODOH PDF Cetak E-mail

Oleh: Saniman el-Kudusi,

Beda ‘guru yang pintar’ dan ‘guru yang bodoh’

1.      Terlalu Banyak Ide – “guru yang pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan di kelasnya. Sedangkan “guru yang bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan dalam usahanya membelajarkan siswa dengan cara yang menyenangkan sambil tetap mencari metode yang lain untuk diterapkan.

2.      Miskin Keberanian untuk berubah memulai metode yang baru – “guru yang bodoh” biasanya lebih berani dibanding ”guru yang pintar”, kenapa ? Karena “guru yang bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, “guru yang pintar” terlalu banyak pertimbangan.

3.      Terlalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar “guru yang pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide pembelajaran, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari teori, caranya sampai pengaruhnya dikelas . “guru yang bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai dan menerapkan sebuah hal yang baru di kelas.

Selanjutnya...
 
PONDOK PESANTREN TERPADU ( POTRET PON.PES. YANABI’UL ‘ULUM WARROHMAH ) PDF Cetak E-mail

Oleh : Drs. H. Moh. Sa'id

PONDOK PESANTREN  TRADISIONAL
Berbicara pondok pesantren tidak bisa lepas dari perkembangan agama Islam di Indonesia. Karena pondok pesantren adalah bagian dari upaya dakwah untuk mengembangkan agama Islam. Kegiatan pembelajaran ( mengaji ) yang berlangsung secara informal, baik yang dilaksanakan di rumah-rumah, surau ( langgar ), musholla, majlis ta’lim maupun masjid adalah bentuk evolusi bagi tebentuknya pondok pesantren. Dan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Menurut sejarah, bahwa pada abad XVII  ( 1619 ) di Jawa ( Gresik ) sudah ada pondok pesantren yang didirikan oleh Sunan Malik Ibrohim sebagai lembaga untuk melaksanakan kegiatan dakwah, pengajian (ngaji) dan serangkaian kegiatan ibadah ritual.
Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin ( memperdalam agama ), juga sebagai lembaga tarbiyah ( pendidikan ) adalah sebuah lembaga yang  mengandung lima unsur sebagai satu system yang harus ada dan tidak boleh kurang satupun.Yaitu :
1.
Adanya pemondokan ( asrama )
2.
Masjid ( musholla )
3.
Pengajian kitab kuning
4.
Santri dan
5.
Kyai ( pengasuh )
Lima unsur inilah yang harus ada pada sebuah pondok pesantren,yang biasa kita kenal sebagai pondok tradisional. Kemudian pada perkembangannya pondok pesantren tradisional ini mengalami pengembanan dengan mendirikan madrasah diniyah dengan system klasikal. Meskipun begitu, proses pembelajaran dengan sistim sorogan, wetonan, kilatan dan posonan ( kegiatan khusus dibulan romadlon ) tetap ada.
Pondok pesantren tradisional tersebut dengan kesederhanaannya mempunyai fungsi antara lain :
1.
Sebagai lembaga tafaqquh fiddin
2.
Sebagai lembaga terbiyah ( pendidikan )
3.
Sebagai lembaga social
4.
Sebagai gerakan kebudayaan, dan bahkan bisa
5.
Sebagai kekuatan politik
Disamping itu pesantren tradisional mempunyai spesifikasi yang sangat khas dengan kriteria sebagai berikut :

1.
Landasan Filosofis
Landasan filosofis pesantren adalah teologis dan religius yang  berposisi substansial dan bersifat integral. Yakni kegiatan pesantren merupakan interpretasi tauhid secara utuh; yaitu semua kegiatan  niat ibadah dan untuk mencari ridlo Allah. Sedangkan pada lembaga umum cenderung pragmatisme dan orientasi pasar (keduniawian), sementara teologi dan relegiuitas  pada posisi instrumental dan segmental.
2.
Kitab Kuning
Kitab kuning sebagai bagian dari unsure pesantren adalah merupakan cirri khusus bagi pesantren yang tidak terdapat pada lembaga pendidikan umum, dan menjadi pelajaran baku. Kitab kuning adalah kitab-kitab salaf ( klasik ) yang masih tercetak dengan bahasa arab, baik dengan bentuk kurasan maupun jilidan dan terintroduksi secara popular dengan nama kitab kuning – karena kertasnya memang berwarna kuning, meskipun sekarang banyak yang tercetak ulang dengan kertas putih.
3.
Orientasi dan visi
Orientasi pesantren adalah melaksanakan semua kegiatan – ta’lim dan ta’allum—hanya dengan niat ibadah. Sedangkan tujuannya adalah untuk menjadi hamba Allah yang sholih, tidak ada niat ambisi atau obsesi lain.
Adapun visi pesantren tercermin pada pola pendidikan yang mengacu pada pembentukan moral dan akhlak yang mulia ( karimah ).

PONDOK PESANTREN TERPADU
Perkembangan pondok pesantren dan madrasah mulai terasa sejak dikeluarkannya SKB Tiga Mentri ( Mentri Agama, Mendikbud dan Mendagri ) pada awal tahun 70-an. Karena dengan SKB tersebut madrasah mempunyai posisi dan kesempata yang sama dengan pendidikan umum. Bahkan sekarang pendidikan agama – madrasah, telah dituangkan dalam GBHN dan termasuk dalam system pendidikan nasional. Karena itu tidak salah kalau madrasah – yang merupakan bagian dari pondok pesantren, siap berkompetisi dengan pendidikan umum.
Pondok pesantren yang merupakan induk madrasah juga menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan. Pondok pesantren, disamping tetap konsisten dalam mengemban fungsi sebagai pondok pesantren salafy, selalu adaptif terhadap perubahan  dan perkembangan pendidikan. Pada awalnya pondok pesantren  mengembangkan pendidikannya dengan mendirikan madrasah diniyyah dengan sistim klasikal. Pada perkembangannya, pondok pesantren telah membuka madrasah yang bermuatan kurikulum nasional ( Depag ), sebagaimana MTs dan MA. Bahkan tidak sedikit pondok pesantren yang telah membuka pendidikan umum dan kejuruan. Semangat untuk selalu maju dan berkembang sangat nampak, sebagaimana yang kita saksikan pada pondok pesantren YANABI’UL ‘ULUM WARROHMAH yang bernaung dibawah BPPMNU BANAT KUDUS, yang sudah menjadi pondok pesantren terpadu.

PON.PES. YANABI’UL ‘ULUM WARROHMAH.
Nama  “Yanabi’ul ‘Ulum war Rohmah”  adalah kolaborasi dua nama yang diberikan oleh KH.M,Ulinnuha Arwani dan KH.M. Sya’roni Ahmadi, dua tokoh / ulama kharismatik di Kudus. Dan nama tersebut resmi digunakan  pada tahun 2002.
Pondok pesantren tersebut berdiri pada tahun 1994, bersamaan dengan berdirinya Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dengan nama Pondok Pesantren MAK. Pada awalnya pondok tersebut tidak dilengkapi dengan kurikulum pondok sebagaimana mestinya. Karena pondok pada waktu itu tidak lebih sebagaima tempat pemondokan (asrama) siswa, sebagai  syarat untuk mendirikan MAK. Materi pengajian dan pengajaran yang diberikan bersifat tutorial (sore hari) untuk menunjang materi kurikulum MAK.
Pada tahun 2000, materi tutorial mulai dikombinasikan dengan materi pelajaran diniyyah setingkat ‘ulya dan disempurnakan dengan pengajian kitab kuning pada malam hari. Ditengah-tengah kegiatan pembelajaran pagi hari –untuk kurikulum Depag,  sore hari –untuk kegiatan tutorial dan malam hari untuk kegiatan pengajian kitab kuning, pelajaran al-Qur’an selalu diajarkan secara intensif. Demikian juga muhadatsah dan conversation. Sehingga banyak santri yang juga belajar menghafal al-Qur’an. Dan kefashihan baca al-Qur’an, muhadatsah dan conversation adalah termasuk bagian cirri khusus pondok pesantren ini.
Disamping kegiatan pendalaman materi agama dan umum, para santri juga dibekali berbagai kegiatan ketrampilan, antara lain tata buasana, seni kaligrafi dan berbagai bentuk kegiatan ketrampilan yang bisa menunjang kemandirian santri dalam berwiraswasta.
Pada tahun 2004 - 2006 pondok pesantren ini mulai membuka diri dengan menerima siswa SMK NU Banat menjadi santri pondok .Hal ini telah membuka pemikiran baru tentang materi pelajaran tutorial dan pengajian kitab kuning. Karena heteroginitas santri mulai tampak.
Karena itu adaptasi pengembangan materi  selalu dilakukan.
Namun peserta didik dari SMK untuk harus mondok tidak bisa bertahan dan berkelanjutan, akhirnya berakhir pada tahun ajaran 2006/2007.
Pada tahun 2005, pondok pesantren ini mulai mengembangkan sayap untuk menerima santri baik yang ada di program  MAK, IPA, IPS maupun BHS. Sejak ini dibukalah bea siswa pondok pesantren. Mereka adalah yang masuk pada 40 besar hasil seleksi penerimaan peserta didik baru.
Sejalan dengan program ini, dibukalah madrasah diniyyah setingkat ‘ulya dengan kurikulum diniyyah murni ( tidak terkait dengan tutorial) untuk membekali santri yang cenderung heterogen bidang kehliannya.
Untuk melengkapi sebagai pondok pesantren terpadu, telah disediakan  berbagai fasilitas dan kegiatan antara lain :
1.
MA dengan program Pendidikan Keagamaan (PK), BHS, IPA dan IPS
2.
MMMadrasah Diniyyah  ( MADIN ) setingkat ‘ulya
3.
Kopontren “ Al Barokah”
4.
Wartel
5.
Internet
6.
Musholla ( aula santri)
7.
Perpustakaan digital
8.
Lapangan olahraga
9.
Kegiatan bahsul masail
10. 
Kegiatan debat bahasa inggris dan arab
11. 
Pengajian kitab  sistim sorogan
12. 
Kegiatan pengajian al-Qur’an bittaghonni
13. 
Kegiatan senam dzikir, dll.
Dari mutakhorrijat pondok pesantren ini ada sejumlah santri yang mendapatkan beasiswa untuk masuk diperguruan tinggi faforit, antara lain di IPB, UGM, ITS dan bahkan ada yang ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir dan  ke Australia.
Pada tahun 2008 ini, tepatnya pada pertengahan maret 2008, MA NU Banat Kudus telah menerima penghargaan sertifikat ISO 9001 : 2000, dari DAS Sertivication – UKAS , tentang Sistem Manajemen Mutu.
Upaya untuk mengimplementasikan system manajemen mutu yang telah tertulis dalam Dokumen Mutu  selalu ditingkatkan. Yakni dengan melakukan tindakan perbaikan, tindakan korektif, tindakan pencegahan dan tindakan pengembangan.
Semoga Pondok Pesantren Yanabi’ul ‘Ulum warRohmah beserta Madrasahnya selalu menjadi yang terbaik , unggul dibidang IMTAQ dan IPTEK dan barokah. Amin.

Selanjutnya...
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Guru & Staff

HM. Ma'shum AKKetua BPPMNU Banat Kudus         K.H. MA'SHUM, AK
Drs. H. Moh.SaidKepala Madrasah Aliyah NU Banat Kudus                Drs. H. MOH SAID
Wakil Manajemen Mutu Wakil Manajemen Mutu                       Dra. Sri Roechanah
WKWakil Kurikulum     Drs. Subhan
WKWaka Kesiswaan      Yusniati, SH,S.Pd
Dra. Siti Nur Asiyah Waka Sarpras        Dra. Siti Nur Asiyah
WHA Waka Humas Agama                   H. Moh. Amin, S.Ag       
 

Polling

Guru yang disukai..?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 51854

Pengunjung

Terdapat 2 Tamu online

Kurikulum

Alamat

MA NU BANAT KUDUS
Jl. KHM. Arwani Amin
Krandon - Kudus
Telp : 0291-443143
Fax  : 0291-3316150

Penghargaan

link


You are here  : Home Pendidikan

MA NU BANAT KUDUS Jl. KHM. ARWANI AMIN KRANDON TELP.(0291)443143,3316150 FAX.(0291)443143 KUDUS