| PPYUR |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Rabu, 15 Februari 2012 13:24 |
|
PONDOK YANABI’UL WARRAHMAH
Nama “Yanabi’ul ‘Ulum Warrahmah” adalah kolaborasi dua nama yang diberikan oleh KHM. Ulin Nuha Arwani dan KHM. Sya’roni Ahmadi, dua tokoh / ulama kharismatik di Kudus. Dan nama tersebut resmi digunakan pada tahun 2002. Pondok pesantren tersebut berdiri pada tahun 1994, bersamaan dengan berdirinya Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ) dengan nama Pondok Pesantren MAK. Pada awalnya pondok tersebut tidak dilengkapi dengan kurikulum pondok sebagaimana mestinya. Karena pondok pada waktu itu tidak lebih sebagaimana tempat pemondokan ( asrama ) siswa, sebagai syarat untuk mendirikan MAK. Materi pengajian dan pengajaran yang diberikan bersifat tutorial ( sore hari ) untuk menunjang materi kurikulum MAK.
Pada tahun 2000, materi tutorial mulai dikombinasikan dengan materi pelajaran diniyyah setingkat ‘ulya dan disempurnakan dengan pengajian kitab kuning pada malam hari. Ditengah-tengah kegiatan pembelajaran pagi hari untuk kurikulum Depag, sore hari untuk kegiatan tutorial dan malam hari untuk kegiatan pengajian kitab kuning, pelajaran al-Qur’an selalu diajarkan secara intensif. Demikian juga muhadasah dan conversation. Sehingga banyak santri yang juga belajar menghafal al-Qur’an. Dan kefasihan baca al-Qur’an, muhadatsah dan conversation adalah termasuk bagian ciri khusus pondok pesantren ini. Disamping kegiatan pendalaman materi agama dan umum, para santri juga dibekali berbagai kegiatan keterampilan, antara lain, tata busana, seni kaligrafi, dan berbagai bentuk kegiatan keterampilan yang bisa menunjang kemandirian santri dalam berwiraswasta. Pada tahun 2004 – 2006 pondok pesantren ini mulai membuka diri dengan menerima siswa SMK NU Banat menjadi santri pondok. Hal ini telah membuka pemikiran baru tentang materi pelajaran tutorial dan pengajian kitab kuning. Karena heteroginitas santri mulai tampak. Karena itu adaptasi pengembangan materi selalu dilakukan. Namun peserta didik dari SMK untuk harus mondok tidak bisa bertahan dan berkelanjutan, akhirnya berakhir pada tahun ajaran 2006/2007. Pada tahun 2005, pondok pesantren ini mulai mengembangkan sayap untuk menerima santri baik yang ada di program MAK, IPA, IPS, maupun BHS. Sejak ini dibukalah beasiswa pondok pesantren. Mereka adalah yang termasuk 40 besar hasil seleksi penerimaan peserta didik baru. Sejalan dengan program ini, dibukalah madrasah diniyyah setingkat ‘ulya dengan kurikulum diniyyah murni ( tidak terkait dengan tutorial ) untuk membekali santri yang cenderung heterogen bidang keahliannya. Berbagai fasilitas yang ada antara lain: 1. MA dengan program Pendidikan Keagamaan ( PK ), BHS, IPA, IPS. 2. Madrasah Diniyah ( MADIN ) setingkat ‘ulya. 3. Kopontren “ Al Barokah “. 4. Wartel. 5. Internet. 6. Musholla. 7. Aula. 8. Perpustakaan digital. 9. Lapangan olahraga. 10. Kegiatan bahsul masail. 11. Pengajian kitab sistim sorogan 12. Kegiatan pengajian al-Qur’an bittaghonni 13. Kegiatan senam dzikir, dll. |
| LAST_UPDATED2 |
